Discover / Temukan

Kamis, 03 November 2011

100 Tahun Paleoantropologi Indonesia ( 100 Years of Indonesian Palaeoanthropology )


Diterbitkan: 31 Agustus 1989
Perancang: Ibnu Suroto, Triadi Margono, Moch. Nurasyid, Samuel Talahatu, Drs, Soeripto, Desmal.
SHP ini diterbitkan untuk memperingati 100 Tahun Ilmu Manusia Purba (Paleoantropologi) di Indonesia. Paleoantropologi di Indonesia dimulai pada tahun 1889 saat ditemukannya tengkorak Wajak 1 di Campurdarat, Tulungagung oleh B.D. van Rietschoten.
Tahun berikutnya ditemukan tengkorak Wajak 2 yang juga merupakan manusia fosil. Wajak 1 dan Wajak 2 sudah termasuk Homo sapiens dengan ciri ras Mongoloid, tetapi masih mempunyai ciri arkais, sehingga kelihatan seperti Australoid.
Seri ini terdiri dari 6 prangko, masing-masing:
- Rp 100,-: fosil tengkorak Sangiran 17 Homo erectus
- Rp 150,-: fosil tengkorak Perning 1 Homo erectus
- Rp 200,-: fosil tengkorak Sangiran 10 Homo erectus
- Rp 250,-: fosil tengkorak Wajak 1 Homo erectus
- Rp 350,-: fosil tengkorak Ngandong 1 Homo erectus
- Rp 300,-: fosil tengkorak Sambungmacan 1 Homo erectus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...